Home / Nasional

Sabtu, 23 Mei 2026 - 22:53 WIB

Sudah 4 Kali ke Perancis, 3 Kali Sejak Januari 2026, Ini Rangkuman Agenda Presiden Prabowo

mm Redaksi

Presiden RI Prabowo Subianto berpidato di Rapat Paripurna DPR RI ke-19 Masa Persidangan V Tahun Sidang 2025-202, Gedung Nusantara MPR/DPR/DPD RI, Jakarta, Selasa (20/5/2026).

Presiden RI Prabowo Subianto berpidato di Rapat Paripurna DPR RI ke-19 Masa Persidangan V Tahun Sidang 2025-202, Gedung Nusantara MPR/DPR/DPD RI, Jakarta, Selasa (20/5/2026).

Jakarta – Hubungan diplomatik antara Indonesia dan Perancis di bawah kepemimpinan Presiden RI Prabowo Subianto kian menunjukkan kedekatan yang sangat intensif.

Dalam kurun waktu dua tahun masa jabatan pemerintahannya, Presiden Prabowo tercatat telah melakukan kunjungan ke Perancis sebanyak empat kali.

Menariknya, tiga dari rentetan kunjungan tersebut dilakukan berturut-turut pada tahun 2026 ini.

Di sela-sela agenda kenegaraannya yang padat, Presiden Prabowo menyempatkan diri melaksanakan Shalat Idul Adha bersama para diaspora Indonesia yang bertempat di Wisma Indonesia, Paris.

Lantas, apa saja agenda penting dan alasan di balik tingginya frekuensi kunjungan Presiden Prabowo ke Perancis?

Agenda Prabowo di Perancis

Kunjungan Prabowo ke Perancis tercatat pertama kali terjadi pada 14 Juli 2025.

Selanjutnya, kunjungan kedua pada 23 Januari 2026, kunjungan ketiga pada 14 April 2026, dan yang terbaru yakni kunjungan keempat pada 27 Mei 2026.

Dilansir dari Kompas.com, Kamis (28/05/2026), berikut adalah rangkuman rekam jejak diplomasi super strategis tersebut dari waktu ke waktu.

1. Kunjungan Pertama sebagai Tamu Kehormatan

Langkah awal diplomasi intensif ini diukir Presiden Prabowo pada pertengahan tahun lalu, tepatnya pada 14 Juli 2025.

Berdasarkan rilis resmi dari Kementerian Sekretariat Negara (Kemensetneg), kunjungan perdana ini mencatatkan sejarah baru.

Prabowo menjadi Presiden Republik Indonesia pertama yang hadir sebagai tamu kehormatan dalam upacara peringatan Hari Nasional Perancis atau Bastille Day.

Undangan resmi yang dilayangkan langsung oleh Presiden Perancis Emmanuel Macron tersebut menempatkan Indonesia dalam jajaran negara mitra strategis utama yang mendapatkan penghormatan langka dalam sejarah panjang perayaan nasional Perancis.

2. Kunjungan Kedua Hadiri Jamuan Santap Malam Pribadi

Memasuki awal tahun 2026, Presiden Prabowo langsung bertolak menuju Paris pasca-menyelesaikan rangkaian kunjungan kerja internasionalnya di Davos, Swiss.

Agenda utama dalam kunjungan kedua pada 23 Januari 2026 ini adalah memenuhi undangan jamuan santap malam pribadi (private dinner) bersama Presiden Emmanuel Macron di Istana Elysee.

Keterangan dari Sekretariat Presiden menyebutkan bahwa pertemuan intim pada malam hari waktu setempat tersebut menjadi momentum krusial untuk membahas penguatan hubungan bilateral Indonesia–Perancis di berbagai sektor strategis.

Kunjungan ini sekaligus menegaskan arah kebijakan luar negeri pemerintahan Prabowo yang mengedepankan diplomasi aktif dan memperluas kemitraan dengan negara-negara di kawasan Eropa.

3. Kunjungan Ketiga Pertemuan Empat Mata dengan Macron

Hanya berselang beberapa bulan, Presiden Prabowo kembali menginjakkan kaki di Perancis setelah menempuh perjalanan udara dari Moskwa, Rusia.

Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya mengungkapkan, setelah merampungkan pertemuan intensif selama lima jam bersama Presiden Rusia Vladimir Putin di Istana Kremlin, Presiden Prabowo langsung terbang selama 3,5 jam menuju Paris dan tiba pada tengah malam.

Pada kunjungan ketiga ini, agenda difokuskan pada pertemuan empat mata antara Prabowo dan Macron di Istana Elysee.

Menurut rilis Kemensetneg yang diterbitkan Selasa (14/04/2026), selain mematangkan kerja sama bilateral, pertemuan ini dimanfaatkan Indonesia untuk menyampaikan posisi dan pandangan strategisnya dalam menjaga stabilitas serta mendorong terciptanya perdamaian dunia di tengah dinamika global yang menghangat.

4. Kunjungan Keempat Menuntaskan Undangan Kenegaraan yang Tertunda

Kunjungan teranyar pada akhir Mei 2026 ini berstatus sebagai kunjungan resmi kenegaraan (state visit).

Menteri Luar Negeri RI Sugiono menjelaskan bahwa kehadiran Presiden Prabowo kali ini adalah untuk memenuhi undangan resmi dari Presiden Macron yang sempat tertunda dari jadwal semula.

Pihak Kementerian Sekretariat Negara (Kemensetneg) menggarisbawahi bahwa saat ini Indonesia dan Perancis tengah menjalin berbagai kerja sama yang sangat bernilai strategis.

Melalui state visit yang dilakukan secara konsisten, posisi tawar Indonesia di kawasan Eropa diharapkan dapat kian menguat.

“Saat ini, Indonesia memiliki banyak kerja sama super strategis dengan Perancis, dan state visit ini diharapkan makin memperkuat posisi Indonesia di Eropa, khususnya Perancis,” tulis rilis resmi Kemensetneg, Rabu (27/05/2026).

Lebih dari sekadar hubungan bilateral biasa, jalinan kemitraan antara Jakarta dan Paris dinilai memiliki peran yang sangat krusial dan saling melengkapi dalam hubungan global.

Dalam peta geopolitik, posisi kedua negara bertindak sebagai jembatan penghubung antar-kawasan.

“Indonesia menjadi salah satu gerbang utama hubungan Eropa ke Asia, sementara Perancis merupakan gerbang penting bagi hubungan Asia, khususnya Asia Tenggara, menuju kawasan Eropa,” lanjut keterangan resmi tersebut.(*)

Editor: Redaksi

Share :

Baca Juga

Daerah

Taman Bustanulsallatin: Dari Jejak Kerajaan Aceh hingga Desakan Wakil Ketua DPRK, Daniel Abdul Wahab, Kembalikan Fungsi RTH

Daerah

Video Aksi Balap Liar di Blang Bintang Viral di Media Sosial, Ini Penegasan Kasi Propam Polresta 

Daerah

Kapolda Aceh Salurkan Bantuan Pasca Bencana dan Baksos di Subulussalam

Nasional

Purbaya Minta Penerima LPDP Hina RI Kembalikan Dana; UEA Bangun Kasino

Daerah

Didukung 19.293 Agen di Aceh, BSI Tingkatkan Inklusi Keuangan Hingga Pelosok

Nasional

Komisi III DPR RI Monitoring Implementasi KUHP dan KUHAP di Polda Aceh

Nasional

Kementerian UMKM Dukung BKPM Permudah Penerbitan NIB