Home / Pemerintah Aceh

Rabu, 1 Juli 2026 - 23:16 WIB

Gubernur Mualem Pastikan Hilirisasi Migas Blok Andaman

mm Redaksi

Gubernur Aceh, Muzakir Manaf (Mualem). Foto: (Humas Aceh).

Gubernur Aceh, Muzakir Manaf (Mualem). Foto: (Humas Aceh).

Banda Aceh – Gubernur Aceh, Muzakir Manaf (Mualem), memastikan hilirisasi akan berjalan dengan ladang minyak dan gas (migas) Andaman. “Gas alam melimpah, kita harus persiapkan diri dengan matang,” kata Mualem di Jakarta, Rabu (1 Juli 2026). “Lampu hijau hilirisasi sudah kita dapatkan.”

Gubernur Mualem mengakui bahwa Blok Andaman menjadi peluang yang sangat besar untuk membangun ekonomi Aceh. Jika hanya bicara finansial, kata Mualem, maka pembahasannya sebatas pembagian hak bagi Aceh dalam bentuk nominal rupiah.

Namun, Gubernur Mualem menginginkan Blok Andaman menjadi pendorong pertumbuhan ekonomi Aceh. “Mengembangkan sumber daya manusia, dan kemanfataan lainnya. Karena itu, perlu perencanaan yang matang. Itu tidak semudah membalikkan telapak tangan,” katanya.

Mualem menyampaikan pernyataannya tersebut melalui Juru Bicara Pemerintah Aceh, Dr Nurlis Effendi. Mengenai hilirisasi migas Blok Andaman, Pemerintah Aceh sudah beberapa kali membahasnya dalam rapat yang selalu dipimpin Sekretaris Daerah (Sekda) Aceh, M Nasir Syamaun.

Disebutkan, di kawasan Andaman terdapat enam blok migas utama, yaitu Andaman I, Andaman II, Andaman III, Central Andaman, South Andaman, dan South West Andaman. Tahap awal adalah Lapangan Gas Tengkulo di Wilayah Kerja South Andaman yang akan dikerjakan oleh Mubadala Energy. “Project inilah yang mengawali pergerakan hilirisasi,” katanya.

Hilirisasi pun dimulai dari KEK Arun Lhokseumawe, sehingga linier dengan program strategis nasional. Presiden Prabowo sudah merancang 77 proyek strategis nasional yang tertuang dalam dalam RPJMN 2025-2029, salah satunya adalah Pengembangan KEK Arun Lhokseumawe. Selain itu juga sejalan dengan RPJMA 2025-2029.

Langkah hilirisasi itu sangat masuk akal. Sebab didukung gas dan kondensat yang melimpah dari Lapangan Gas Tengkulo di Wilayah Kerja South Andaman. Sejauh ini, dari 300 MMSCFD dari lapangan tangkulo blok south andaman baru ada komitmen GSA (Gas Sale Agreement) sebesar 160 MMSCFD dengan PLN. “Jadi sangat banyak peluang untuk pertumbuhan industri,” katanya.

Dalam bahasa sederhana, Nurlis menyampaikan, bahwa gas tersebut dapat menghasilkan methanol dan hydrogen. “Di sini saja, sudah mesti dibuat persiapan membangun pabrik methanol. Methanol ini masuk dalam program strategis nasional biodiesel. Biodiesel dari kelapa sawit membutuhkan campuran methanol,” katanya.

Kemudian, 7.500 barel kondesat per hari dari Wilayah Kerja South Andaman akan menghasilkan nafta dan kerosin yang dibutuhkan pabrik cat, serta gasoline untuk bahan bakar minyak seperti solar dan premium. “Jadi kondensat ini mendorong berdirinya refinery. Dampak ekonomi terjadi setelah berdirinya berbagai industri tersebut,” katanya.

Diakui, Aceh membutuhkan SDM yang tidak sedikit. “Di sinilah pengembangan pendidikan perlu dilakukan. Mubadala kita harapkan dapat berperan mendidik SDM Aceh,” katanya. “Itulah sebabnya, Gubernur Mualem menginginkan persiapan perencanaan yang matang, dan berkolaborasi dengan berbagai pihak untuk kepentingan Aceh,” kata Nurlis.(*)

Editor: Redaksi

Share :

Baca Juga

Pemerintah Aceh

Sekda Aceh: Pemerintah Aceh Kejar Rehabilitasi dan Rekonstruksi Lahan Sawah Pascabencana

Pemerintah Aceh

Kapolda Aceh: Hargai Mualem yang Bekerja Keras Membangun Aceh

Pemerintah Aceh

Sekda Aceh Buka UKW dan Seminar Nasional AMSI Aceh, Tekankan Penguatan Ekosistem Media Pascabencana

Pemerintah Aceh

Pj. Sekda Aceh Hadiri Pembukaan Meuseuraya Festival 2026

Pemerintah Aceh

Wali Nanggroe Aceh Disambut Peusijuek Setelah Kembali dari Pengobatan di Malaysia

Pemerintah Aceh

Plt. Sekda Aceh Hadiri Serah Terima Jabatan Ketua DWP Aceh

Pemerintah Aceh

‎Plt. Sekda Aceh Hadiri Peringatan Maulid Nabi di Masjid Raya Baiturrahman

Pemerintah Aceh

Siaga Bencana Hidrometeorologi, Sekda Aceh Instruksikan Posko Aktif 24 Jam hingga 20 April 2026