Home / Parlementarial / Pemerintah

Rabu, 8 April 2026 - 12:02 WIB

Anggota DPR Aceh Iskandar Minta BWS Realisasikan Program JIAT di Simeulue

mm Redaksi

Anggota DPR Aceh Iskandar Minta BWS Realisasikan Program JIAT di Simeulue.

Anggota DPR Aceh Iskandar Minta BWS Realisasikan Program JIAT di Simeulue.

Acehpost.net – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA), Ir. Iskandar, meminta Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatera I di bawah Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) segera merealisasikan pembangunan Jaringan Irigasi Air Tanah (JIAT) di Kabupaten Simeulue.

Ungkapan itu disampaikanya langsung kepada Kepala BWS Sumatera I, Ir. Asyari, saat pertemuan di Banda Aceh, Selasa (07/04/2026), dengan tujuan, memperkuat program strategis nasional di sektor ketahanan pangan, khususnya kegiatan cetak sawah.

Iskandar menjelaskan, Simeulue memiliki potensi lahan pertanian yang cukup luas untuk dikembangkan. Namun hingga saat ini, potensi tersebut belum tergarap maksimal. Pemicunya, karena keterbatasan sarana pendukung, terutama sistem pengairan yang belum memadai.

Menurut politisi Partai Golkar yang juga putra asli Simeulue ini, persoalan utama yang dihadapi petani di Simeulue kerap bersinggungan dengan keterbatasan akses sumber air. Alhasil, berdampak langsung terhadap produktivitas pertanian yang belum optimal.

“Karena itu, JIAT menjadi solusi yang relevan untuk mengatasi persoalan kekurangan air, apalagi di Simeulue belum tersedia sistem irigasi yang memadai,” kata Iskandar melalui sambungan seluler, Rabu (08/04/2026).

Dijelaskan, pembangunan JIAT sendiri juga seiring dengan terbitnya Instruksi Presiden Nomor 2 Tahun 2025 tentang percepatan pembangunan, peningkatan, rehabilitasi, serta pengelolaan jaringan irigasi guna mendukung swasembada pangan nasional.

Secara detail, Iskandar memaparkan, JIAT merupakan sistem irigasi yang memanfaatkan sumber air bawah tanah melalui sumur bor atau sumur dalam. Air tersebut kemudian dipompa ke permukaan dan dialirkan ke lahan pertanian melalui jaringan pipa atau saluran irigasi.

Nah, untuk pelaksanaannya, BWS Sumatera I dipercayakan negara melakukan pengelolaan sumber daya air. Mulai dari perencanaan hingga operasional dan pemeliharaan infrastruktur.

Selain itu, lembaga ini juga bertanggung jawab dalam pengembangan jaringan irigasi, pengendalian banjir, konservasi sumber daya air, serta pengamanan wilayah pesisir.

Sedangkan program yang dijalankan BWS Sumatera I mencakup pembangunan sumur bor, penyediaan pompa dan jaringan distribusi air, pembinaan kelompok tani, hingga pengawasan penggunaan air tanah agar tetap berkelanjutan.

Tak hanya fokus pada irigasi, BWS Sumatera I juga aktif dalam rehabilitasi saluran irigasi yang rusak, pengendalian banjir di wilayah rawan, serta pembangunan embung dan waduk skala kecil di daerah kering.

Dengan peran strategis tersebut, keberadaan BWS Sumatera I dinilai esensial mendukung ketahanan pangan di Aceh termasuk di Kabupaten Simeulue.

“Jika infrastruktur irigasi terpenuhi, saya yakin hasil pertanian di Simeulue akan meningkat signifikan dan program ketahanan pangan nasional dapat tercapai dengan lebih optimal,” tutupnya.(*)

Editor: Redaksi

Share :

Baca Juga

Parlementarial

Ketua DPRA Zulfadhli Ingatkan Kapolda Aceh,Pokir Sepenuhnya Tanggungjawab Dinas setelah lahir DPA

Parlementarial

DPRA Tetapkan 3 Raqan Usul Inisiatif, Soal Apa Saja?

Pemerintah

Pemerintah Aceh Luncurkan Dashboard Peta Aksi dan Partisipasi Masyarakat untuk Penanggulangan Bencana

Pemerintah

‎Wagub Aceh Bersama Menko Polkam Resmikan Hunian Tetap Korban Bencana di Aceh Utara

Parlementarial

Perombakan di Banggar DPRA, Fuadri dan Raja Lukman Masuk Gantikan Irpannusir dan Iskandar Ali

Parlementarial

Realisasi APBA 2026 Disorot

Parlementarial

Bantuan Korban Bencana Tak Kunjung Cair, Anggota DPRA Nora Idah Nita Tagih Janji Pemerintah Pusat

Parlementarial

Tgk Agam Harap Dugaan Pungli di Kawasan Wisata Iboih Ditangani Secara Transparan