Home / Parlementarial / Pemerintah

Jumat, 19 Juni 2026 - 03:13 WIB

Hasballah Dorong Pemerintah Aceh Hadirkan Pabrik Refinery Sawit di Wilayah Barsela

mm Redaksi

Anggota Komisi III DPRA, Hasballah, mendorong Pemerintah Aceh agar membangun pabrik refinery kelapa sawit dan pelabuhan khusus di wilayah Barsela.Foto:Dok Ist

Anggota Komisi III DPRA, Hasballah, mendorong Pemerintah Aceh agar membangun pabrik refinery kelapa sawit dan pelabuhan khusus di wilayah Barsela.Foto:Dok Ist

Banda Aceh – Anggota Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA), Hasballah, mendorong Pemerintah Aceh agar membangun pabrik refinery (pengolahan) kelapa sawit dan pelabuhan khusus di wilayah Barat Selatan Aceh (Barsela).

Menurutnya, upaya pembangunan pabrik tersebut berguna untuk meningkatkan nilai tambah komoditas kelapa sawit yang selama ini menjadi salah satu penopang perekonomian di wilayah Barsela.

Hal tersebut disampaikan Hasballah di sela-sela kunjungan kerja Komisi III DPRA ke sejumlah Pabrik Kelapa Sawit (PKS) di wilayah Barsela, Jumat (19/06/2026).

“Sudah saatnya Aceh memiliki pelabuhan khusus dan pabrik refinery sawit sendiri di wilayah Barsela. Luas perkebunan sawit kita sangat besar, tetapi sebagian besar hasilnya masih dikirim ke luar Aceh untuk diolah,” kata Hasballah.

Politikus Partai Aceh ini mengungkap, setiap hari sekitar 5.000 kiloliter (KL) Crude Palm Oil (CPO) atau minyak mentah sawit dari wilayah Barsela Aceh diangkut ke Medan. Kondisi tersebut, menurutnya, menunjukkan besarnya potensi ekonomi yang belum sepenuhnya dinikmati masyarakat Aceh karena proses pengolahan lanjutan masih dilakukan di luar daerah.

“Setiap hari ada sekitar 5.000 KL yang diangkut ke Medan. Jika fasilitas pengolahan dan pelabuhan tersedia di Aceh, maka nilai tambah, lapangan kerja, dan pendapatan daerah bisa dinikmati langsung oleh masyarakat Aceh,” ujarnya.

Lebih lanjut, Hasballah juga menilai kehadiran pabrik refinery akan memperkuat rantai industri sawit di Aceh, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi kawasan Barsela yang selama ini dikenal sebagai salah satu sentra perkebunan kelapa sawit.

Karena itu, ia meminta Pemerintah Aceh menjadikan pembangunan industri hilir sawit sebagai salah satu prioritas strategis, termasuk menyiapkan infrastruktur pendukung seperti pelabuhan khusus untuk memperlancar distribusi dan ekspor produk sawit dari Aceh.

“Dengan potensi yang dimiliki, Aceh tidak boleh hanya menjadi daerah penghasil bahan baku. Kita harus mampu mengolah sendiri sehingga manfaat ekonominya lebih besar bagi daerah dan masyarakat,” jelasnya.

“Lebih dari itu, jalan-jalan yang ada di Aceh juga akan lebih awet jika dibangun refinery. Sebab, mobilitas truk pengangkut CPO akan berkurang di jalan Aceh,” pungkasnya.(*)

Editor: Redaksi

Share :

Baca Juga

Pemerintah

‎M. Nasir Buka Forum Konsultasi Publik RKPA 2027, Dorong Pembangunan Tangguh dan Sinergi Pusat-Daerah

Daerah

Taman Bustanulsallatin: Dari Jejak Kerajaan Aceh hingga Desakan Wakil Ketua DPRK, Daniel Abdul Wahab, Kembalikan Fungsi RTH

Pemerintah

Sekda Aceh Tegaskan Pemanfaatan TKD Harus Berdampak Langsung bagi Masyarakat

Parlementarial

DPRK Banda Aceh Gelar RDPU Raqan Insentif dan Penanaman Modal, Serap Aspirasi Pelaku Usaha dan Investor

Pemerintah

Taufik Ismail dan LK Ara Gugah Semangat Literasi Siswa SMAN 10 Banda Aceh Lewat Puitika Nasional

Parlementarial

DPRA Godok Rancangan Qanun Penyelamatan Generasi Aceh dari Degradasi Moral

Parlementarial

Bantuan Korban Bencana Tak Kunjung Cair, Anggota DPRA Nora Idah Nita Tagih Janji Pemerintah Pusat

Parlementarial

Komisi I DPRA Minta Pemegang Hak Siar Piala Dunia 2026 Tak Bebani Warkop Aceh