Home / Parlementarial / Pemerintah

Senin, 20 Juli 2026 - 22:12 WIB

DPRA Desak Pemerintah Aceh Segera Atasi Kenaikan Harga Semen dan Kelangkaan BBM

mm Redaksi

Anggota DPR Aceh, Nora Idah Nita. Foto:Dok Ist

Anggota DPR Aceh, Nora Idah Nita. Foto:Dok Ist

Aceh Tamiang – Anggota DPR Aceh, Nora Idah Nita, mendesak Pemerintah Aceh segera mengambil langkah cepat untuk mengatasi kenaikan harga semen dan kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) yang dikeluhkan masyarakat di sejumlah daerah, khususnya Aceh Tamiang. Menurutnya, persoalan kenaikan harga semen dapat menghambat pemulihan ekonomi dan pembangunan pascabencana banjir.

Nora mengatakan, tingginya harga semen sangat membebani masyarakat yang hingga kini masih berupaya memperbaiki rumah akibat banjir besar yang melanda Aceh pada akhir November 2025.

“Jangan sampai kondisi ini dimanfaatkan oleh pihak tertentu untuk mencari keuntungan di tengah kebutuhan masyarakat,” kata Nora, Ahad, 19 Juli 2026.

Ia menjelaskan, banyak warga terdampak banjir, terutama di Aceh Tamiang, masih menghadapi keterbatasan ekonomi. Selain harus membangun kembali rumah yang rusak, mereka juga belum sepenuhnya pulih karena kekurangan modal untuk menghidupkan kembali usaha.

Menurut Nora, berdasarkan informasi yang diterimanya, harga semen Merah Putih di Aceh Tamiang kini mencapai Rp 80 ribu per sak. Angka tersebut melonjak tajam dibandingkan harga normal yang berkisar Rp 52 ribu per sak.

Di sisi lain, masyarakat juga masih dihadapkan pada persoalan kelangkaan BBM yang telah berlangsung dalam beberapa waktu terakhir.

“Kondisi masyarakat Aceh Tamiang saat ini sangat sulit. BBM langka, ditambah harga semen yang meroket. Banyak masyarakat mengeluh karena kesulitan mendapatkan BBM dan harus membeli semen dengan harga yang sangat tinggi,” ujarnya.

Nora menilai Pemerintah Aceh tidak boleh membiarkan persoalan tersebut berlarut-larut. Ia meminta pemerintah bersama instansi terkait segera mengambil langkah untuk menormalkan distribusi BBM, memastikan pasokan semen tetap tersedia, serta menstabilkan harga agar tidak semakin membebani masyarakat.

Menurutnya, percepatan penanganan sangat diperlukan agar proses rehabilitasi rumah warga dan pembangunan di daerah terdampak bencana tidak terhambat akibat mahalnya harga material dan terbatasnya pasokan kebutuhan pokok.(*)

Editor: Redaksi

Share :

Baca Juga

Parlementarial

Ketua DPRK Letakkan Batu Pertama Rumah Layak Huni, Sudah Advokasi 19 Rumah

Pemerintah

Kadisdik Aceh Kobarkan Semangat Pendidik di “Mahabbahnya Ramadhan” MKKS SMA Aceh Besar

Parlementarial

Ketua DPRA: Damai Aceh Bukan Sekadar Sejarah, tapi Tanggung Jawab yang Terus Berjalan

Daerah

Taman Bustanulsallatin: Dari Jejak Kerajaan Aceh hingga Desakan Wakil Ketua DPRK, Daniel Abdul Wahab, Kembalikan Fungsi RTH

Parlementarial

Cegah Korban Jiwa, Anggota DPRA Minta Petugas Terkait Sisir Pohon Rawan Tumbang di Jalan Nasional

Parlementarial

Tuanku Muhammad Dipercaya Pimpin DPW Gema Keadilan Aceh, Ditetapkan Saat Munas di Jakarta

Parlementarial

Komisi VI DPRA Desak Penanganan Dugaan Bullying SMAN 3 Banda Aceh Sesuai SOP

Parlementarial

Realisasi APBA 2026 Jadi Sorotan, Program Rehab Masjid Terancam Batal